Rabu, 05 November 2014

EXAMPLE OF PRAGMATIC TRANSLATION

MANUAL

For printing photographs, illustrations, use of high Resolution Paper, Glossy Photo Paper or High Photo Film is recommended. These media provide better colour reproduction and brighter colours than plain paper.

Terjemahan ke Bahasa Indonesia menjadi:

Untuk mencetak foto dan ilustrasi atau gambar, gunakan kertas dengan resolusi tinggi, yaitu kertas foto glossy atau disarankan menggunakan kertas film glossy yang memiliki resolusi tinggi. Media ini akan menghasilkan hasil warna gambar yang lebih baik dan lebih jelas dari pada menggunakan kertas biasa.

FOOD LABEL

EXAMPLE OF ETHNOGRAPHIC TRANSLATION

BROCHURE



EXAMPLE OF AESTHETIC-POETIC TRANSLATION

POEM


The rising sun is found not to be the rising sun
It is the world which goes around
The bachelor is found not to be a bachelor
It is the flower that thought he was a liar
The love that shines collides with the lust and desire she fears
And the bachelor flies to the skies to gt the dice to show in front of her eyes.
But he dies and she dies.

If we can't say good bye eye to eye
Then we don't have to cry
But actually I want to cry
For you must fly high up in the sky
Leaving me alone here high and dry
There will be no more lullaby
Recited with a tone of shy


Terjemahan ke bahasa Indonesianya menjadi seperti berikut:

Matahari terbit ternyata bukanlah matahari terbit
Dunialah yang sebenarnya mengorbit
Sang bujangan ternyata bukanlah seorang bujangan
Si bungalah yang menganggapnya pengarang
Cinta yang bersinar bertabrakan dengan birahi dan hasrat yang dia takutkan
Dan sang bujangan terbang ke langit 'tuk mengambil dadu untuk dia tunjukkan di depan matanya
Namun, sang bujangan mati dan sang bunga pun mati.

Kalaulah kita tidak bisa ucapkan selamat tinggal bertatap muka
Maka janganlah kita menangis
Namun, sebenarnya aku benar-benar ingin menangis
Karena kau harus terbang tinggi ke angkasa
Tinggalkan aku sebatang kara
Tak akan ada lagi nyanyian nina bobo
Yang dinyanyikan malu-malu

JENIS-JENIS PENERJEMAHAN

Menurut Larson (1984:15)
  • Penerjemahan dibagi ke dalam dua tipe utama, yaitu penerjemahan berdasarkan bentuk dan penerjemahan berdasarkan arti.
  • Penerjemahan berdasarkan bentuk berusaha untuk mengikut bentuk bahasa sumber dan penerjemahan jenis ini disebut dengan penerjemahan harfiah.
  • Penerjemahan berdasarkan arti berusaha untuk menyampaikan arti dari bacaan bahasa sumber dalam bentuk asli dari bahasa penerima. Penerjemahan jenis ini disebut penerjemahan idiomatik.

Menurut Cartford (1978:21)
·         Berdasarkan luasnya, jenis penerjemahan adalah sebagai berikut:
  1. Penerjemahan menyeluruh, merupakan jenis terjemahan dimana keseluruhan bacaan bahasa sumber di produksi ulang dalam materi bahasa sasaran.
  2. Penerjemahan sebagian, hanya ada sebagian dari bacaan bahasa sumber yang diterjemahkan dalam bahasa sasaran.
·         Dalam hal tingkatan, jenis-jenis terjemahan antara lain:
  1. Penerjemahan menyeluruh, materi bahasa sasaran menggantikan seluruh tingkatan dari bacaan bahasa sumber.
  2. Penerjemahan terbatas, merupakan penggantian materi tertulis dari bahasa sumber dengan materi bahasa target yang sepadan hanya pada satu tingkatan; baik pada tingkat fonologi, tingkat tulisan, atau pada tingkat tata bahasa dan pilihan kata.
·         Dalam hal kedudukan, terjemahan dibagi menjadi:
  1. Penerjemahan kedudukan terbatas, berarti bahwa pemilihan padanan bacaan bahasa target terbatas hanya pada satu kedudukan, seperti padanan kata per kata, padanan morfem per morfem, dan lain sebagainya.
  2. Penerjemahan tidak terbatas, dapat menerjemahkan secara bebas dalam semua kedudukan.

Menurut Brislin dalam Choliludin
·         Berdasarkan tujuan penerjemahan:
  • Penerjemahan pragmatis: merujuk pada penerjemahan pesan dengan memperhatikan ketepatan informasi yang ingin disampaikan dalam bentuk bahasa sumber dan tidak disampakan dengan aspek-aspek lain dari bahasa asli. Contoh: penerjemahan dari informasi tentang perbaikan suatu mesin.
  • Penerjemahan estetis-puitis: penerjemahan jenis ini merujuk pada penerjemahan dimana penerjemah memperhitungkan pengaruh, emosi, dan perasaan dari versi aslinya, bentuk estetis yang digunakan oleh penulis asli, begitu pula dengan segala informasi tentang pesan-pesannya. Contoh: terjemahan soneta, sajak, bait perjuangan, percakapan yang dramatis, dan novel.
  • Penerjemahan etnografi: tujuannya adala untuk menjelaskan secara lengkap keadaan budaya versi bahasa sumber dan bahasa target. Para penerjemah harus peka terhadap penggunaan kata-kata dan harus mengetahui bagaimana penggunaan kata yang cocok dalam budaya tertentu. Contoh: penggunaan kata ‘yes’ dan ‘yeah’ dalam budaya Amerika.
  • Terjemahan linguistik: penerjemahan jenis ini terkait dengan padanan arti unsur pokok morfem dari bahasa sumber dan bentuk tata bahasa. Contoh: bahasa dalam program komputer dan mesin penerjemahan.

Menurut Jacobson dalam Leonardi
1.      Penerjemahan intralngual (penerjemahan satu bahasa)
2.      Penerjemahan interlingual (penerjemahan dua bahasa atau lebih)
3.      Penerjemahan intersemiotik (penerjemahan bahasa lisan menjadi non lisan
  • Penerjemahan intralingual merujuk pada penerjemahan dimana tanda bahasa lisan tafsirkan dengan alat tanda-tanda lain dalam bahasa yang sama. Penerjemahan jenis ini terjadi dalam bahasa yang sama (monolingual).
  • Penerjemahan interlingual adalah salah satu jenis penerjemahan yang merujuk pada bahasa-bahasa berbeda baik dua bahasa atau lebih.
  • Penerjemahan intersemiotik merujuk pada sebuah tafsiran tanda-tanda lisan dengan alat tanda-tanda non-lisan lain dalam sistem tanda.